Dewi Si Penjual Geprek
Kamparan Awan putih
Menghilang bersama bayang bayang
Ilusi yang memutar imajinasi
Malam bertajuk sendu
Iringi langkah kepiluan sang ibu
Ketika pagi pancar pendarnya
Aku masih di sini
Bersama aksara
Merangkai kata tentang mu
Kelopak mata mu
Memberi isyarat kepada seluruh alam
Baik bumi maupun langit bertanya tanya
Ada apa dengan sang permaisuri
Pertemuan ku dengan mu
Adalah takdir darinya
Kau adalah sahabat dari orang yang sangat aku sayangi
Begitu banyak alur cerita yang Tuhan berikan padaku hingga dapat bertemu dengan mu
Bagiku kau adalah pejuang tanpa tanda jasa
Kau hadirkan satu orang putra
Dan tiga orang putri yang sangat tampan dan cantik
Meski diriku bukanlah anak mu
Aku mengucap rasa syukur padamu
Karena telah melahirkan mereka
Ke dunia ini
Kau berjuang di celah letih kehidupan
Antara kelemahan dan kekuatan diri
Cerita manusia kadang berliku
Di penuhi misteri juga tragedi
Terkadang indah di pandang
Tapi menyedihkan saat di jalani
Hidup adalah rahasia insani dan ilahi
Dewi itu namamu Pertiwi itulah dirimu
Kau bagaikan air yang mampu meredam api'yang sedang membara
Teringat diri akan masa yang indah
Masa dimana anak anak mu
Bersimpuh di hadapanmu
Mencuci kedua kakimu
Bagiku itu sangat indah
Dan tidak bisa di bayar oleh apapun juga
Kala itu kau tampak indah
Wajah mu berseri bak bunga di taman
TAK banyak yang bisa ku ungkapkan
Pada sajak ini selain doa'dan harapan
Untuk mu ibu
Ku mohon nyanyikan lagu indah
Sebelum ku pergi dan mungkin tak kembali
Tuhan... jagalah ibu untuk ku
Jangan biarkan air mata masahi pipinya
Tuhan jaga ia dan keluarganya
Dekatkanlah kebahagiaan padanya
Jauhkan penderitaan darinya
aku titip dia tolong kabulkan doa doa nya
Ya tuhan
Penulis : Rizal