Mbah Muqayyim: Sang Guru Agung yang Mendirikan Pesantren Buntet
Mbah Muqayyim: Sang Guru Agung yang Mendirikan Pesantren Buntet
Kontributor
Sumarta
(Akang Marta)
Mbah Muqayyim, nama yang tak asing lagi bagi masyarakat Cirebon, adalah sosok
sentral di balik berdirinya Pesantren Buntet, salah satu pesantren tertua dan
terbesar di Indonesia. Beliau bukan hanya seorang pendiri pesantren, tetapi
juga seorang ulama besar yang memiliki pengaruh yang sangat luas di masyarakat.
Sebagai seorang Mufti di Kerajaan Cirebon, Mbah Muqayyim berperan penting
dalam memberikan fatwa dan nasihat agama kepada masyarakat. Kealiman dan
kebijaksanaannya membuatnya dihormati oleh berbagai kalangan, baik kalangan
bangsawan maupun rakyat biasa. Di bawah kepemimpinannya, ajaran Islam semakin
berkembang dan menyebar luas di wilayah Cirebon dan sekitarnya.
Keputusan Mbah Muqayyim untuk mendirikan Pesantren Buntet didorong oleh
keinginan beliau untuk menyebarkan ilmu agama Islam kepada masyarakat secara
lebih luas. Pesantren yang didirikannya tidak hanya menjadi pusat pendidikan
agama, tetapi juga menjadi tempat berkumpulnya para ulama dan cendekiawan untuk
berdiskusi dan bertukar pikiran.
Kehidupan Mbah Muqayyim dipenuhi dengan berbagai kisah menarik dan
inspiratif. Beliau dikenal sebagai sosok yang zuhud, sederhana, dan sangat
mencintai ilmu pengetahuan. Kealimannya tidak hanya diakui oleh masyarakat
setempat, tetapi juga oleh para ulama dari berbagai daerah. Banyak sekali
karomah (keajaiban) yang dikaitkan dengan beliau, yang semakin memperkuat
keyakinan masyarakat akan kesucian dan kemuliaan dirinya.
Pesantren Buntet yang didirikan oleh Mbah Muqayyim terus berkembang hingga
saat ini. Berkat jasa beliau, Pesantren Buntet telah melahirkan banyak ulama
dan tokoh masyarakat yang memiliki peran penting dalam sejarah bangsa. Nama
Mbah Muqayyim akan selalu dikenang sebagai salah satu tokoh besar dalam sejarah
Islam di Indonesia.