Misteri di Balik Nama Buntet: Jejak Sejarah Pesantren Tertua di Cirebon

 

Misteri di Balik Nama Buntet: Jejak Sejarah Pesantren Tertua di Cirebon

Kontributor

Sumarta (Akang Marta)

 


Pesantren Buntet, salah satu lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia, menyimpan segudang sejarah dan misteri. Nama "Buntet" sendiri menjadi salah satu misteri yang hingga kini masih menarik perhatian banyak kalangan, baik sejarawan maupun masyarakat umum.

Menurut beberapa sumber sejarah lisan yang berkembang di masyarakat Cirebon, asal-usul nama "Buntet" dapat ditelusuri hingga abad ke-15 Masehi. Pada masa itu, di daerah yang kini menjadi lokasi Pesantren Buntet, berdiri sebuah padepokan yang didirikan oleh seorang tokoh spiritual bernama Mbah Kuwu atau Pangeran Cruono. Beliau dipercaya sebagai keturunan langsung dari Prabu Siliwangi, seorang raja legendaris dari Kerajaan Pajajaran.

Padepokan yang didirikan oleh Mbah Kuwu ini kemudian menjadi pusat spiritual bagi masyarakat sekitar. Masyarakat setempat menyebut padepokan tersebut dengan sebutan "Depok", yang berasal dari kata "padeopokan". Namun, seiring berjalannya waktu, sebutan "Depok" kemudian berubah menjadi "Buntet".

Terdapat beberapa versi cerita yang menjelaskan mengapa nama "Depok" berubah menjadi "Buntet". Salah satu versi yang paling populer adalah cerita tentang sebuah peristiwa gaib yang terjadi di padepokan tersebut. Konon, di tempat itu terdapat sebuah sumur yang memiliki kekuatan mistis. Air sumur tersebut dipercaya dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Namun, suatu ketika sumur tersebut tiba-tiba mengering. Peristiwa ini dianggap sebagai pertanda bahwa padepokan tersebut akan mengalami perubahan.

Versi lain menyebutkan bahwa perubahan nama dari "Depok" menjadi "Buntet" terkait dengan perubahan fungsi padepokan tersebut. Setelah berganti kepemimpinan, padepokan yang semula berfungsi sebagai pusat spiritual kemudian beralih fungsi menjadi pusat pendidikan agama. Perubahan fungsi ini kemudian diikuti dengan perubahan nama.

Meskipun kebenaran dari cerita-cerita tersebut belum dapat dipastikan secara ilmiah, namun hal ini menunjukkan betapa lekatnya mitos dan legenda dengan sejarah berdirinya Pesantren Buntet. Cerita-cerita ini tidak hanya memperkaya khazanah budaya lokal, tetapi juga menjadi bagian integral dari identitas pesantren.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel