Pemprov Jabar dan TNI AD Bersinergi: Membangun Peradaban dan Ketahanan Bangsa Melalui Restorasi Hutan dan Pemberdayaan Masyarakat
Pemprov
Jabar dan TNI AD Bersinergi: Membangun Peradaban dan Ketahanan Bangsa Melalui
Restorasi Hutan dan Pemberdayaan Masyarakat
Gubernur Jawa Bart Terpilih Kang Dedi Mulyadi
Kdm Bahagia Menyampaikan Gagasan Di Depan KASAD
Sumber: @LEMBURPAKUANCHANNEL |
INDRAMAYUTRADISI.COM- Gubernur Jawa Barat (Jabar) dan
Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Tandyo Budi Revita
menegaskan komitmen mereka untuk memperkuat kerja sama dalam membangun
peradaban dan ketahanan bangsa. Kerja sama ini tidak hanya berfokus pada
pembangunan fisik dan efisiensi anggaran, tetapi juga pada pengembalian jati
diri masyarakat Jabar sebagai masyarakat "Pancawaluya" yang "Cageur
Bageur Bener Pinter".
Dalam
sambutannya, Gubernur Jabar menekankan pentingnya penyelamatan hutan sebagai
bagian dari upaya menjaga ketahanan bangsa. Ia meyakini bahwa hutan bukan hanya
sumber ekosistem air dan oksigen, tetapi juga benteng pertahanan negara.
"Saya
tahu kalau Kopassus sudah kehilangan ruang untuk berlatih, maka daya dukung
ketangguhan dirinya akan menurun. Tetapi kalau leuweung kembali, geuman
leuweung tutupan, leuweung garapan, kemudian leuweung awisan itu terbentuk
kembali dan kemudian itu menjadi medan latihannya Angkatan Darat, maka
sesungguhnya kita sudah mengembalikan kembali pada kekuatan TNI," ujarnya.
Ia juga
menyoroti pentingnya hutan sebagai tempat perlindungan dan sumber makanan dalam
perang gerilya. Menurutnya, hilangnya hutan akan membuat negara rentan terhadap
serangan musuh.
"Kalau
hutan hilang, negara dalam ancaman serangan. Satu-satunya tempat yang bisa
dijadikan tempat berlindung dan menyimpan dan menjadi sumber makanan adalah
hutan. Tapi kalau hutannya sudah habis, seluruh radar bisa memantau keberadaan
kita di mana pun," jelasnya.
Gubernur
Jabar juga mengungkapkan keprihatinannya atas kerusakan lingkungan akibat
penambangan liar. Ia menegaskan komitmennya untuk melindungi sumber daya alam
demi masa depan anak cucu.
"Bagi
saya sebagai anak benur yang pasang pangkatnya prajurit kepala malam, memimpin
bukan mengeruk tetapi memimpin merawat dan saya ingin anak cucu saya nanti ke
depan itu punya peninggalan dari kakeknya dari neneknya yang masih utuh, tidak
meninggalkan hutang yang besar tetapi meninggalkan kekayaan alam yang
cukup," tegasnya.
Dalam
kesempatan yang sama, Wakasad Letjen TNI Tandyo Budi Revita menyampaikan
apresiasi atas kerja sama yang terjalin dengan Pemprov Jabar. Ia menegaskan
komitmen TNI AD untuk mendukung upaya-upaya pembangunan yang dilakukan oleh
pemerintah daerah.
"Terus
terang, Pak, sebetulnya cita-cita saya untuk duduk bersama seperti ini,
orang-orang yang punya stakeholder tentang masyarakat dan alam ini sudah sejak
lama," ujarnya.
Ia juga
menyoroti pentingnya konsep pertahanan rakyat semesta, di mana masyarakat dan
TNI bersinergi dalam menjaga kedaulatan negara.
"Awalnya
kami berpikir begitu adalah sebetulnya sesuai dengan konsep pertahanan yang
sudah disinggung oleh Pak Gubernur tadi bahwa konsep pertahanan kita adalah
perlawanan rakyat semesta," jelasnya.
Kerja
sama antara Pemprov Jabar dan TNI AD ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi
daerah lain dalam membangun peradaban dan ketahanan bangsa. Melalui sinergi
yang kuat, kedua pihak berkomitmen untuk mewujudkan Jabar yang lebih maju,
sejahtera, dan berdaulat.
Poin-poin
penting kerja sama:
- Restorasi hutan: Mengembalikan fungsi hutan
sebagai benteng pertahanan dan sumber daya alam yang berkelanjutan.
- Pengendalian penambangan
liar:
Melindungi sumber daya alam dari kerusakan akibat penambangan ilegal.
- Pemberdayaan masyarakat: Meningkatkan kesejahteraan
masyarakat melalui program-program pembangunan yang tepat sasaran.
- Penguatan ketahanan pangan: Mengembalikan tradisi
lumbung padi dan menjaga ketersediaan pangan di tingkat desa.
- Revolusi pendidikan: Mengubah pola pikir
anak-anak agar lebih kreatif, produktif, dan cinta tanah air.
- Pengembalian jati diri
masyarakat Jabar: Mewujudkan masyarakat "Pancawaluya"
yang "Cageur Bageur Bener Pinter".
Kerja
sama ini diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi Jabar dan Indonesia
secara keseluruhan.
Editor
Sumarta